Menhut: Perlu Keterpaduan Pengelolaan DAS Hulu-Hilir
BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan, keterpaduan pengelolaan semua pihak dari hulu hingga hilir untuk menyelamatkan daerah aliran sungai (DAS) sangat diperlukan.
"Ini perlu dibicarakan serius bagaimana pengelolaan DAS terpadu, tidak sendiri dari hulu hingga hilir," kata Menhut pada pembukaan "Workshop Internasional Membangun Kapasitas Para Pihak untuk Penyelamatan DAS" di Bogor, Selasa (21/7).
Kaban menegaskan, faktor utama penyelamatan DAS melalui hutan adalah manusia, yang selama ini melakukan "penekanan" pada hutan tanpa memerhatikan aspek konservasi.
Di lain pihak, ia menjelaskan bahwa upaya membendung pertumbuhan penduduk sangat sulit sehingga tuntutan pemenuhan kebutuhan dari sumber daya alam semakin besar.
Dari segi ilmu, menurut Kaban, Indonesia telah memiliki kemampuan. Karena itu, rehabilitasi DAS yang rusak secara terpadu harus segera dilakukan sehingga hasilnya sudah bisa dilihat pada 2015. "Tiap tahun kita hanya bilang DAS rusak, tapi tidak ada langkah bersama ya tetap akan rusak juga," ujarnya.
Kaban mengungkapkan bahwa kondisi DAS di Tanah Air sudah mulai mengalami degradasi sejak 1970-an dan berlanjut hingga kini. Departemen Kehutanan (Dephut) mengidentifikasi 60 DAS terdegradasi sejak 2000. Berbagai faktor penyebabnya antara lain meluasnya lahan kritis, penebangan hutan, dan perambahan kawasan lindung.
Pengamat lingkungan hidup, Emil Salim, mengingatkan agar masyarakat mulai merubah cara berbisnis yang hanya melihat dari sisi ekonomi. "Jika tidak 10 tahun ke depan sudah akan parah dampaknya".
Kebijakan daerah juga dipertanyakan untuk menjaga DAS. Pendapatan asli daerah (PAD) jangan dijadikan bukti keberhasilan pemerintahan karena aspek lingkungan juga harus mulai diperhatikan. "PAD jangan dijadikan ukuran. Bagaimana dengan pendapatan asli penduduk kalau begitu?" tambah Emil.
Tidak adanya pengawasan terhadap DAS membuat perusakan terjadi. "Tidak ada polisi yang khusus mengawasi DAS, karena itu harus bisa jaga masing-masing."
Pemerintah, tegas Emil, harus mulai memikirkan kebijakan yang mengharuskan mereka yang berada di hilir membayar demi keberlangsungan di hulu.
GLO
Sumber : Antara
Rabu, 22 Juli 2009

Perisitiwa alam langka Gerhana Matahari akan melalui daratan Indonesia pada tgl 26 Januari 2009 yang akan datang. Kali ini jenis gerhana yang terjadi adalah Gerhana Matahari Annulus, yaitu ketika peristiwa gerhana terjadi, hanya 92% permukaan matahari yang terlihat dari muka bumi yang tertutup bayangan bulan, sehingga daerah jalur gerhana tidak akan gelap total seperti halnya Gerhana Matahari Total. Meski tidak total, namun dengan hanya 8% sinar yang dapat menembus permukaan bumi, maka suasananya akan terasa seperti di petang hari, ini mengingat hanya sebagian kecil saja sinar matahari yang menembus muka bumi di jalur gerhana.
Jalur Gerhana Matahari Annulus 2009 ini akan dimulai dari Samudera Hindia sekitar selatan perairan benua Afrika pada Pk 06.06 GMT (pk 14.06 WITA) kemudian menelusuri Samudera Hinda lalu masuk daratan Sumatera bagian Selatan, Kalimantan Barat-Tengah- Timur, sebagian propinsi Gorontalo sebelum berakhir di perairan Selatan Mindanao, Philipina pada Pk. 09.52 GMT (Pk. 17.52 WITA) Puncak gerhana dimana bayang-bayang bulan akan menutupi 92,82% permukaan matahari paling lama akan terjadi selama 7 menit 54 detik pada pk.7.58 GMT. Gerhana Matahari Annulus kali ini juga akan menjadi istimewa karena hanya akan melewati permukaan daratan 1 negara saja yaitu di Indonesia saja
Bagi para penggemar astronomi/masyaraka t umum yang ingin menikmati Gerhana Matahari kali ini dapat mencari tempat terbaik di sekitar propinsi Lampung yang akan dilewati Gerhana Matahari Annulus pada saat puncak selama 6 menit 18 detik. Gerhana puncak akan terjadi di kota Pringsewu, utara kota Tanjung Karang, Lampung pada Pk 09.40 GMT (pk 16.40 WIB). Kota lain yang dilewati jalur Gerhana ialah Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya dan Samarinda. Secara umum Gerhana Matahari Annulus 2009 kali ini akan terjadi pada sepanjang 14500 km dengan lebar jalur bayang-bayang bulan yang menutupi sinar matahari selebar 280 km atau melewati 0,9% luas seluruh permukaan bumi dengan lama gerhana 3 jam 46 menit. Pada saat Gerhana, umat muslim akan mengadakan sholat gerhana di tempatnya masing-masing. Masyarakat yang hendak melihat Gerhana tidak boleh langsung menatap matahari, karena dapat merusak penglihatan oleh karenanya harus menggunakan peralatan pengaman seperti kamera berfilter atau peralatan lainnya seperti film negatif beberapa lapis.
Dari daftar agenda terjadinya Gerhana Matahari yang diterbitkan oleh NASA, Gerhana Matahari Annulus 2009 merupakan seri Saros 131 yang ke-50. Selama tahun 2009 sendiri di seluruh dunia hanya akan terjadi 2 kali Gerhana Matahari dan 4 kali Gerhana Bulan. Gerhana matahari total berikutnya terjadi pada tgl 22 Juli 2009 yang akan melewati daratan India, Nepal, Bhutan dan Tiongkok.
Gerhana Matahari di Bali
Lalu kapan pulau Bali akan dilewati Gerhana Matahari ? Dari kalender gerhana yang diterbitkan NASA, maka daratan Bali baru akan dilalui Gerhana Matahari Annulus pada tanggal 20 Marat 2053 atau anda masih harus bersabar 45 tahun lagi. Jika anda ingin merasakan Gerhana Matahari Total di Indonesia akan dilewati pada tanggal 9 Maret 2016 di daerah Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan perairan Maluku Utara. Di perairan Selatan Bali juga akan dilewati Gerhana Matahari Total pada tanggal 22 Juli 2028
Kamis, 02 Juli 2009
Katak manis Qu

Litoria infrafrenata
Jenis yang ditemukan pada kawasan TWA Klamono memiliki warna hijau terang serta memiliki garis putih pada bagian bawah bibir dan memanjang kebelakang hingga ke bagian timpanun. Katak ini ditangkap saat mendekati lampu yang dinyalakan pada kemah saat malam hari. Manzies dalam Kal muller (2005) menyebutkan bahwa jenis ini biasanya berada dibawah lampu/ cahaya yang terang untuk menangkap serangga dan mereka tidak terganggu dengan aktivitas manusia.
Jenis ini termasuk katak pohon terbesar di dunia, beberapa Litoria infrafrenata memiliki panjang mencapai 135 mm. Suara yang dikeluarkan seperti gonggongan anjing. Jenis ini lazim ditemukan di daerah selatan dataran rendah pulau New Guinea dan juga bagian utara dan beberapa pulau sekitarnya (Kal Muller, 2005).
Katak Maniz QU
Rana arfaki
Jenis yang ditemukan di dalam kawasan hutan TWA Klamono adalah jenis Rana arfaki yang hidup di sepanjang sungai Klagene. Jenis ini memakan kepiting dan udang, oleh sebagian masyarakat transmigrasi yang berada disekitar kawasan jenis ini biasanya ditangkap untuk dikonsumsi. Rana arfaki adalah salah satu jenis katak dari famili Ranidae. Umumnya memiliki kaki yang panjang serta panjang tubuh berkisar 24 – 160 mm, sehingga disebut sebagai katak terbesar di New Guinea (Kal Muller, 2005). Dari beberapa tulisan yang ada jenis yang paling besar hidup di sungai Arfak.
Langganan:
Postingan (Atom)