Gubernur Suebu menjelaskan, berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kaitannya dengan pemanfaatkan kekayaan sumber alam Papua. Selain rencana membeli saham Freeport, Pemerintah Provinsi Papua juga telah menjalin kerja sama dengan investor Cina dalam pengembangan tanaman Kelapa Sawit di Papua.
Kerja sama itu, katanya, telah ditindaklanjuti dalam suatu MoU (Memorandum of Understanding). Ini merupakan pertama kalinya pemerintah dan rakyat Papua bersama Cina dan pengusaha swasta nasional seperti Raja Wali menjalin kerjasama bisnis.
Dengan MoU ini, lanjutnya, semua tanah untuk Kelapa Sawit di Papua izinnya hanya diberikan kepada perusahaan di bidang perkebunan milik pemerintah. "Jadi catat ini, jangan disogok lalu keluarkan izin," jelas gubernur di depan peserta rapat koordinasi, kemarin.
Kenapa? "Satu untuk pernyertaan modal dan usaha besar, karena efek manfaatnya besar kepada masyarakat dan pemerintah. Ini konsep baru kepemilikan, makanya kita rangkul Cina," tambahnya.
Ia mengatakan, bentuk kerja sama ini, Papua hanya mengekspor CPO-nya (Crude Palm Oil) dari kelapa sawit, sementara pabriknya di Cina. Alasan memilih Cina, karena Cina punya potensi pasar minyak goreng yang cukup bagus. Selama ini 70 persen kebutuhan minyak goreng Cina didatangkan dari Malaysia .
Gubernur menjamin, jika kerja sama ini sudah berjalan, Papua akan mendapatkan income yang cukup besar, dan ujung-ujungnya untuk kesejahteraan rakyat.
Ia mencontohkan, jika nilai jual itu mencapai Rp 200 miliar, dengan penyertaan modal 10 persen saja, maka bisa mendapatkan untung Rp 20 miliar.
Semua ini untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua yang hidup di atas kekayaan alam yang tidak tertandingi di dunia.
Diakui, saat ini, semua potensi Papua belum dijadikan ekonomi riil, belum memberikan kesejahteraan, tapi masih tidur. "Ekonomi harus tumbuh, investasi harus masuk, infrastruktur harus dibangun. Dengan demikian kekayaan yang tidur ini kita permantapkan untuk kesejahteraan rakyat," tambahnya.
Pada dasarnya meluncurkan suatu kebijakan baru perlu dibangun suatu kerja sama antara pemerintah, rakyat dan para investor. Kerja sama mulai dari pelayanan pemerintah kepada investor, kemudian kemudahan lainnya yang harus diberikan dan kepemilikan yang terus dibicarakan.
"Tanah dan lainnya bisa dibicarakan sebagai factor penyertaan modal bersama dengan investor. Itu untuk invetasi, tetapi juga kegiatan-kegiatan dinas, baik perkebunan maupun peternakan yang lebih ditekankan rakyat kecil di kampung-kampung. Mereka harus sediakan bibit, penyuluhan, rakyat bisa tanam, perlu juga lihat pasarnya. Kemudian peternakan seperti ayam, telur, sapi, babi, kelinci untuk perbaikan gizi masyarakat di kampung-kampung. Ini yang menjadi fokus dari rapat ini," pungkasnya.(don)
Sumber : Cenderawasih POS
Hal positif tentunya bagi semua orang yang lahir di Papua serta mencintai tanah PAPUA dengan segenap jiwa raga. Terutama keinginan membangun perekonomian masyarakat Papua secara Utuh dan menyeluruh.
Terlepas dari pengembangan perekonomian masyarakat Papua yang masih menyatu dengan alam sebagai Ibu Pertiwi, tentunya memerlukan telaah atau kajian yang tepat dan mendalam. Sehingga apapun program yang ditawarkan guna peningkatan perekonomian masyarakat Papua tentunya Proporsional dan tidah salah arah serta hanya akan menghilangkan Martabat Orang Papua yang memiliki beragam suku, Budaya dan Bahasa. Semuanya itu terbentuk dan tidak terlepas dari alam yang selama ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter Budaya kita. Bagaimanakah Nasib semua itu bila alam akan dirubah hanya untuk mengejar kepentingan ekonomi tanpa melihat aspek-aspek lain. Semoga saja tidak.... Namun air mata Cenderawasih hanya akan sia2 bila alamnya tidak dijaga. Dimanakah dia akan tinggal....???? Anak cucu kita akan bertanya, dari mana asal-muasal tarian YOSPAN???? Atau seperti apakah Burung Cenderawasih itu???
Mungkin kita akan mengenang burung Surga itu dengan memakainya pada Nama Toko, tim sepak bola, nama-nama lainnya.... tapi sadarkah kita bahwa Burung yang terusir itu tidak pernah menuntut Haknya dia karena kita telah memkai Namanya...... Semuanya kembali ke Pengambil Kebijakan..... Tuhan Berkati selalu.